Microsoft pun membeli lisensinya dengan harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada IBM.
Pada
tahun 1988, sistem operasi dengan tampilan grafis mulai menjamur.
Microsoft juga meluncurkan Windows versi 1.0 pada tahun 1985 dan Windows
versi 2.0 pada tahun 1989. Pada
DOS versi 4.0 ini, Microsoft membuat sebuah program shell dengan nama
DOS Shell, yang memiliki tampilan seperti
DOS Executive milik Windows versi 1.0.
Pada saat itu, ada sebuah program shell yang juga populer yang berjalan di atas sistem operasi
DOS,
dengan nama Norton Commander (NC) yang dibuat oleh Peter Norton. Dengan
menggunakan shell, pengguna dapat lebih mudah mengorganisasikan berkas
dan arsip, dan menjalankan program, dalam satu layar saja. Selain itu,
karena mouse dapat mempermudah pengoperasian komputer,
DOS Shell
juga dapat mendukungnya. Versi 4.0 ini merupakan versi yang paling
banyak perubahannya. Versi selanjutnya merupakan versi-versi perbaikan
saja, dan berbagai tambahan utilitas.
5. MS-DOS versi 5.xx
IBM memang sudah tidak membuat gebrakan-gebrakan baru dalam
industri mikrokomputer, karena pasar yang sebelumnya dikuasai IBM ini
telah dimakan sedikit demi sedikit oleh para kompetitornya, seperti
Compaq, Hewlett-Packard, dan juga Dell yang juga memproduksi
mikrokomputer yang kompatibel dengan komputer IBM, karena menggunakan
desain yang sama, dan juga mikroprosesor yang sama yang dibuat oleh
Intel Corporation. Pada sejarah sini yang sukses adalah Intel
Corporation, karena mikroprosesor yang digunakan diproduksi jauh lebih
banyak, akibat permintaan yang lebih banyak. Karena komputer tersebut
menggunakan mikroprosesor buatan Intel Corporation, maka yang kedapatan
sukses kedua adalah Microsoft dengan
DOS-nya.
Banyak analis yang berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh
kegagalan IBM ketika mereka menjual IBM PC Jr., dan IBM P/S2 dengan
arsitektur Micro-Channel Architecture (MCA). Bus MCA yang digunakan oleh
IBM P/S2 tidak menggunakan konsep open-architecture sebagaimana bus ISA
yang juga dibuat oleh IBM tetapi dengan open-architecture. Selain itu,
kartu-kartu ekspansi yang menggunakan bus MCA memiliki harga relatif
lebih mahal dibandingkan bus ISA yang saat itu banyak digunakan dan
menjadi sebuah standar, sehingga memperlambat penyerapannya di pasar
mikrokomputer.
IBM memang gagal memperpanjang umur IBM PC, akan tetapi Microsoft terus mengembangkan
DOS dengan meluncurkan
MS-DOS
versi 5.0. Versi 5.0 ini dirilis pada tahun 1991, dan memiliki berbagai
fitur yang jauh lebih baik, seperti halnya device driver yang dapat
diinstal pada area memori di atas 640K (HMA), dengan menggunakan
parameter DEVICEHIGH pada berkas konfigurasi CONFIG.SYS dan LOADHIGH
pada berkas AUTOEXEC.BAT sehingga memperbanyak kemungkinan untuk
menjalankan program yang membutuhkan conventional memory (memori 640K
awal yang dimiliki oleh komputer) yang lebih besar.
Untuk masalah utilitas, Microsoft menambah banyak sekali utilitas dalam
DOS versi 5.0 ini. Di antaranya adalah editor berkas teks ASCII yang bernama
MS-DOS
Editor (EDIT.COM) dan program bahasa pemrograman QuickBasic
(QBASIC.EXE). Utilitas ini dimaksudkan untuk menggantikan editor yang
berorientasi pada "baris per baris", EDLIN.EXE yang ada pada
DOS
versi 4.0 dan yang sebelumnya. Selain editor berkas teks ASCII,
Microsoft juga membuat utilitas untuk membuat makro untuk mempercepat
kerja dengan komputer. Program pembuat makro tersebut dinamakan
DOSKEY.COM. Ketika dimuat,
DOSKEY dapat membuat makro dan mengeksekusi makro tersebut.
Selain itu, dengan menggunakan
DOSKEY
dapat mempermudah pengetikan perintah yang sama dengan perintah
sebelumnya sehingga masalah "capek mengetik" perintah yang sama
berulang-ulang menjadi jauh lebih simpel dan mudah. Untuk melakukannya,
pengguna dapat menggunakan tombol panah ke atas dan ke bawah. Fitur
seperti ini dimiliki oleh Command Prompt pada Windows 2000/XP.
Utilitas lainnya yang juga menarik adalah UNFORMAT.EXE dan
UNDELETE.EXE. Kedua utilitas tersebut sangat berguna untuk mengembalikan
berkas yang terhapus dan drive yang terformat. Program UNDELETE.EXE
mirip seperti halnya Recycle Bin pada Windows 95 (dan yang seterusnya),
hanya saja mereka kelihatan sedikit lebih rumit dibandingkan dengan
Recycle Bin yang berjalan pada Windows.
Selain UNDELETE.EXE yang berjalan pada command line, pada
DOS
versi 5.0 ini juga terdapat utilitas MWUNDEL.EXE yang berjalan pada
Windows versi 3.0, sehingga fitur Recycle Bin juga dapat ditemukan pada
Windows 3.0.
6. MS-DOS versi 6.xx
MS-DOS versi 6.0 ini dirilis pada tahun 1993. Versi ini
memiliki banyak utilitas tambahan, seperti halnya Antivirus (MSAV.EXE),
Virus Protection (VSAFE.COM) yang diadopsi dari Central Point PC-Tools.
Selain itu, ada juga utilitas untuk melakukan defragmentasi hard disk
(DEFRAG.EXE) yang diadopsi dari Symantec Norton Utilities, utilitas
untuk memeriksa hard disk dari kesalahan penempatan berkas dan kerusakan
(SCANDISK.EXE) sebagai pengganti CHKDSK.EXE, dan berbagai perbaikan
dari utilitas yang ada sebelumnya. Pada MS-DOS versi 6.0 ini juga
menyertakan utilitas yang dapat membuat penempatan berkas menjadi lebih
efisien dengan nama DoubleSpace.
Akan tetapi, sebuah perusahaan yang memiliki paten tentang hal
tersebut menjadi marah sehingga menuntut Microsoft ke meja hijau.
Microsoft pun kalah dan utilitas DoubleSpace pun dicabut dari
DOS6.20. Akhir tahun 1994, Microsoft merevisi
DOS
6.20 dengan utilitas serupa tetapi tidak melanggar paten orang lain
dengan nama DriveSpace. MS-DOS ini adalah MS-DOS versi 6.22.
7.
MS-DOS versi 7.xx
MS-DOS versi 7.0 ini dirilis hanya beberapa bulan sebelum
Microsoft meluncurkan Windows 95, sebuah versi Windows yang benar-benar
independen dari
MS-DOS.
Sebenarnya, Windows 95 tidaklah benar-benar 100% bebas dari MS-DOS,
hanya saja memang beberapa fungsionalitas yang sebelumnya ditangani oleh
kernel MS-DOS, sekarang ditangani oleh Windows.
Berkas MSDOS.SYS yang pada versi-versi sebelumnya adalah berkas
biner (program), sekarang hanya berkas teks biasa, yang berisi tentang
proses booting komputer saja, dan berbagai macam baris berisi “xxx”
dengan fungsi yang tidak jelas. Tidak banyak peningkatan yang terjadi
pada
DOS 7.00 ini karena
beberapa fungsi yang telah dipindahkan ke Windows 95. Windows 95 adalah
sebuah versi Windows dengan tambahan Win-32 API dan desktop yang
didesain ulang. Windows 95 memiliki pusat kontrol dari tombol Start Menu
pada pojok kiri bawah layar monitor Anda.
Ketika baru beredar 2 bulan, konon Microsoft mendapatkan untung
sangat besar sekali, karena Windows 95 telah terjual hingga lebih dari 7
juta kopi. Ketika Microsoft meluncurkan Windows 98, Microsoft juga
merevisi
DOS menjadi versi 7.10
dengan dukungan untuk sistem berkas FAT32 yang jauh lebih efisien
daripada sistem berkas FAT16. Fungsionalitas yang dimiliki MS-DOS 7.10
pun banyak dipangkas.
Hasilnya, pada akhir tahun 1999, Microsoft meluncurkan versi
Windows baru, dengan nama kode Georgia (Windows Millennium Edition) yang
benar-benar tanpa
DOS! Sebenarnya, sistem operasi yang benar-benar tanpa
DOS
pernah dibuat oleh Microsoft sebelumnya dengan Windows NT, hanya saja
Windows NT ditujukan untuk kalangan minicomputer, server jaringan,
mainframe, dan juga workstation. Penggunaannya yang rumit menjadikannya
sangat sulit diadopsi oleh para pemula di bidang komputer.
Cara Kerja DOS
System Operasi
DOS dapat
digunakan pada computer yang mempunyai spesifikasi rendah dan dapat
dijangkau oleh semua pengguna PC.Penggunaan System Operasi
DOS dapat di jalan kan melalui harddisk yang berkapasitas kecil atau bahkan dapat diletakkan pada sebuah floppy disk.
System Operasi
DOS tidak dapat melakukan dua atau lebih pekerjaan secara bersamaan.Pada satu waktu,
DOS hanya bisa menjalankan satu program saja.Sifat yang dimiliki System Operasi
DOS
ini disebut Single Tasking.Contoh: pada saat kita menggunakan program
Word Star untuk pengetikan,kita tidak bisa mengaktifkan program lain
seperti lotus jika ingin membuat table. Sifat lain dari System Operasi
DOS adalah single user,ini berate
DOS
ditujukan untuk pengguna tunggla saja dan tidak bisa digunakan untuk
operasi jaringan. Mungkin hal-hal seperti itulah yang membuat
DOS semakin ditinggalkan.
Tapi sampai saat ini,
DOS tetap di gunakan untuk berbagai keperluan.Misalnya untuk konfigurasi system pada windows. C. Basis
DOS DOS menempati posisi sebagai operating system yang menggunakan CUI ( Character User Interface ). Dalam hal ini
DOS
yang saat ini telah tergantikan / diperbarui dengan adanya Microsoft
Windows versi 9x, 2k, dan sebagainya yang berbasiskan GUI ( Grafical
user Interface ).
SHELL DOS
Shell
DOS adalah suatu sistem operasi dasar yang menggunakan command line
(baris perintah) dalam pengoperasiannya. DOS adalah singkatan dari Disk
Operating System, suatu kumpulan program yang berfungsi sebagai
pengelola sumber daya komputer. Shell DOSmenjadi sangat penting jika
suatu saat sistem operasi Windows pada komputer menjadi tidak berfungsi
sehingga perlu untuk mem-partisi ulang harddisk atau menginstal suatu
system operasi baru pada harddisk , atau pada akhirnya Anda menemukan
suatu Worm yang tidak bisa dibersihkan jika Anda masih berada pada
sistem operasi Windows. Lagipula perintah DOS tetap bias Anda eksekusi
pada sistem operasi Windows. Untuk memulai operasi masukanlah disket
yang telah berisi system DOS pada drive A atau bila menggunakan harddisk
yang telah di- format system DOS maka tidak lagi memerlukan disket.
Nyalakan komputer, dan biarkan komputer menyelesaikan proses booting .
SHELL DOS PADA WINDOWS
Cara menjalankan perintah DOS dari mode Windows dapat dilakukan dengan cara:
1. Klik Startmenu , pilih Run, akan muncul kotak dialog Run, pada
TextBox Open ketik ‘command’ (juga bisa ‘cmd’ untuk Windows versi
NT/2000/XP) kemudian klik OK atau tekan tombol enter.
2. Klik Startmenu , pilih submenu Programs (atau All Programs untuk Windows XP), pilih Accessories dan klik Command Prompt.
PERINTAH PERINTAH PADA DOS
MS DOS sendiri
merupakan sebuah sistem operasi yang bersifat single-tasking (hanya dapat
menjalankan satu program pada satu waktu saja), menjalankan prosesor pada modus
real (real mode), dan hanya dapat mendukung satu pengguna dalam satu waktu
(single user)
Dalam
pengoperasian DOS terdapat Command-command/perintah yang dikelompokkan dalam 2
kelompok yaitu :
1.
Internal Command (Perintah internal)
Adalah
perintah yang tidak lagi membutuhkan file khusus,karena semua instruksi
internal
sudah ditampung dalam file command.com
2.
External Command (Perintah external)
Adalah
perintah-perintah yang memerlukan suatu file untuk memproses perintah tersebut.
Untuk mempermudah mempelajari fasilitas DOS maka tiap perintah sudah terdapat
file Help Untuk menjalankannya bisa digunakan perintah seperti contoh berikut:
A. PERINTAH INTERNAL
1.
Copy
Perintah
ini digunakan untuk menyalin atau mengkopy file. Bentuk umum perintah ini
adalah sebagai berikut :
Copy
[file_asal] [file_tujuan]
Contoh
:
A:\>copy
a:\tugas c:\latdos
Perintah
diatas menunjukan perintah untuk mengkopi file pada directory tugas di
disket ,dan disalin atau dicopykan ke directori c:\latdos
Hasil
perintah diatas sbb:
Pada
gambar diatas menunjukkan bahwa proses pengcopy-an berhasil yaitu berupa file
TUGASM~1.doc
Contoh
lainnya:
A:\>copy
a:*.* c:\latdos
Digunakan
untuk meng-copy semua file dari drive a ke c:\latdos
A:\>copy
??g*.* c:\latdos
Digunakan
untuk meng-copy semua file yang huruf ketiganya g ke c:\latdos.
2.
DEL
Berfungsi
untuk menghapus atau mendelete file. Bentuk umum :
Del[nama_file]
Contoh:
C:\latdos>del
*.doc {digunakan untuk menghapus semua file yang berektensi
doc}
Gambar
sebelum di delete.
Gambar
setelah dilakukan perintah del*.doc
Lihat
isi directory dengan dir
3.
DIR
Bentuk
umumnya :
DIR(drive:)(path)(filename)(/p)(/w)(/a)((:atribs))(/o)((:)(/s)(/b)</l)</c(h))
Perintah
dir digunakan untuk melihat isi sebuah directory.
- /p :untuk menampilkan nama
file per halaman(page).
- /w :untuk menampilkan nama
file secara mendatar/melebar (wide).
- /a :menampilkan semua file
terutama file yang dihidden dengan attribute+h (Hidden).
- /o :untuk menampilkan file
dalam bentuk terurut:
- n berdasarkan nama file
(alphabet).
- e berdasarkan tipe file
(extension).
- S berdasarkan ukuran dari
kecil ke yang besar
- D berdasarkan tanggal dan
waktu
- untuk mengembalikan
instruksi.
- /s :untuk menampilkan file
dan root directory sampai sub-directory.
- /b :untuk menampilkan file
dan directory perbaris.
- /l :untuk menampilkan file
atau directory dalam bentuk huruf kecil.
- /c :untuk menampilkan
rasio pengkompresan.
Contoh:
C:\>dir
Menampilkan
file-file dalam root directory
4.
REN
Digunakan
untuk mengubah (Rename) nama file dengan file yang baru.Perintah ini tidak akan
mengubah isi dari file tersebut. Bentuk umumnya:
REN
<nama_file_lama> <nama_file_baru>
Contoh:
C:\>ren
tugasm~1.doc tugasku.doc
Perintah
diatas berarti mengubah nama file dari tugasm~1.doc menjadi tugasku.doc
5.
VOL
Perintah
ini digunakan untuk menampilkan Volume label atau nomor seri dari sebuah disk.
Contoh:
A:\>Vol
6.
TYPE
Digunakan
untuk menampilkan file text.perintah ini hanya bisa digunakan untuk satu file
saja dan hanya untuk file text.
Contoh:
A:\>type
surat.txt {diasumsikan file surat.txt ada di disket}
7.
MD / MKDIR (Make directory)
Bentuk
umum:
MD
[Nama_direktory]
Contoh:
C:\>md
dos622
C:\>md
data
Untuk
melihat direktori yang telah dibuat ketikkan: dir
8.
CD /CHDIR (Change Directory)
Change
directory atau pindah directory.
Perintah
ini digunakan untuk pindah directory atau mengubah directory aktif.
Contoh:
C:\>cd
dos622
Terlihat
sekarang bahwa direktori yang aktif adalah direktori dos622
9.
RD (Remove Directory)
Bentuk
Umum:
RD
[nama_sub_directory]
Perintah
RD digunakan utuk menghapus subdirectory.Syarat agar bisa menghapus sebuah
directory adalah:
- Posisi penghapusan
subdirectory yang akan dihapus harus berada diluar dari subdirektori
tersebut.
- Direktori yang akan
dihapus harus benar-benar kosong.Jika tidak kosong gunakan instruksi
del*.*
Kemudian
Perintah RD Bisa digunakan.
Kemudian
Hapus directory dos 622
10.
DATE
Berfungsi
untuk mengubah tanggal dari system dos.Bentuk/format pengisiannya adalah
mm-dd-yy atau bulan,tanggal,tahun.
11.
CLS
Clear screen
digunakan untuk membersihkan semua tulisan yang ada di layer computer.
12.
TIME
Digunakan
untuk merubah system waktu yang ada pada dos
13.
PROMPT
Bentuk
umumnya:
PROMPT
[prompt_text] [$parameter]
Parameter
yang ada:
- $g :menempilkan
karakter>
- $h :menghapus kerekter
sebelumnya(berfungsi seperti backspace).
- $n :menampilkan default
disk yang digunakan.
- $p :menampilkan posisi
direktori yang sedang aktif dari drive default.
- $q :menampikan karakter
“=”
- $t :menampilkan jam yang
aktif
- $v :menampilkan versi
MS-DOS yang dipakai.
- $$ :menampilkan karakter
“$”.
- $_ :pindah baris (line
feed).
- $1 :menampilkan karakter
<.
- $b :menampilkan karakter
!.
- $d :menampilkan tanggal
yang aktif.
- $e :berfungsi sebagai
tombol ESC.
Prompt
di MS-DOS menunjukkan bahwa DOS siap menerima perintah. Secara default bentuk
prompt adalah :
C:>
Contoh
penggunaan prompt:
Prompt
$L$L Ragil Thea $G$G$_$_$P$G
Maka
akan diperoleh hasil berikut ini :
Untuk selalu
mendapatkan bentuk tanda prompt seperti yang anda inginkan maka kita bisa
menempatkan perintah prompt tersebut pada file AUTOEXEC.BAT
14.
VER
Digunakan
untuk menampilkan versi DOS yang digunakan.
Contoh:
C:\>ver
B. PERINTAH EXTERNAL
Perintah
External (External Command) Perintah –
perintah yang memerlukan suatu file untuk memproses perintah
tersebut. Dibawah ini akan dibahas beberapa contoh perintah external ;
1.
CHKDSK
Bentuk:
CHKDSK
(drive:) ((path)filename) (/F) (/V)
Perintah
ini digunakan untuk menampilkan status dari disk,kesalahan yang ditemukan pada
FAT(file system), keutuhan dari file dan disk,menampilkan total memory yang
masih tersedia,melihat sistemnya serta dapat juga memperbaikinya bila ada
kesalahan. Jika CHKDSK menjumpai adanya error maka akan memberikan pesan untuk
tindak lanjutnya.
Parameter
- /F :digunakan untuk
memperbaiki kesalahan pada disk.
- /V :digunakan untuk
menampilkan setiap file di setiap directory
Instruksi
CHKDSK hanya akan mengenal kesalahan fisik. Sehingga jika terjadi kesalahan/error
Cross-Linked CHKDSK tidak dapat memperbaiki kesalahan atau error tersebut.
Gambar
CHKDSK
2.DISKCOPY
Digunakan
untuk membuat salinan disket.dalam DOS Versi 6.X. Perintah ini bisa
digunakan
untuk menyalin satu sumber ke sumber lainnya
Bentuk
Umum:
DISKCOPY
(drive1:drive2:))(/1(/V) Switches
- /1 :menyaliln hanya pada
satu bagian saja.
- /V :menguji file yang
telah disalin.
Contoh:
A:diskcopy
A: A:
Mengkopy
dari drive sumber A: ke A:
A:diskcopy
A: B:
Mengkopi
sumber A: ke B:
Note:
Instruksi
diskcopy hanya dapat digunakan pada floppy disk. Diskcopy tidak bisa
digunakan
untuk mengkopy dari dan ke harddisk.
3.FDISK
Fdisk
digunakan untuk mengetahui informasi tentang partisi harddisk yang dimiliki
serta dapat juga melakukan:
- Membuat partisi dan drive
Logical (Logical Drive).
- Mengatur partisi yang
aktif.
- Menghapus partisi dan
logical drive.
Bentuk
Umum:
FDISK/STATUS/MBR
Keterangan
:
- /status : Untuk
menampilkan informasi tentang partisi dari system komputer kita.
- /mbr : Master Boot Record
parameter ini bisa ditambahkan jika kita ingin memformat hard disk yang
terinfeksi Virus boot record.
Jika
menggunakan FDISK maka data pada partisi yang akan diubah akan hilang jadi
backuplah terlebih dahulu
Menu
Utama FDISK pada DOS 6.22
Dari
Gambar diatas terdapat 4 Opsi yang disediakan oleh FDISK:
- Create DOS Partition or
Logical drive,berfungsi
untuk membuat partisi DOS atau drive Logical DOS.
- Set Active partition, berfungsi untuk mengatur partisi yang akan
diaktifkan.
- Delete partition or
Logical drive,berfungsi
untuk menghapus partisi DOS atau Logical Drive.
- 4.
Display partition
information,berfungsi
untuk menampilkan informasi tentang partisi.
4.FORMAT
Bentuk
Umum:
FORMAT
drive:[/V[:Label]][/Q][/F:size][/B][/S]
FORMAT
drive:[/V[:Label]][/Q][/U][/T:tracks/N:sector][/B|s]
FORMAT
drive:[/Q][/U][/1][/4][/8][/B|S][/BACKUP]
- /V :Menentukan Volume
Label sebagai Identitas disk Panjang character <=11
- /Q :Memformat Drive dengan
cepet (Quick).
- /U :cara ini digunakan
untuk hardisk yang sering mengalami kesalahan baca dan tulis
- /F:size :menentukan
kapasitas disk yang akan di format.
- /B :memberikan cadangan
tempat untuk system operasi seperti IO.SYS dan
- MSDOS.SYS pada disk yang
baru di format.
- /S :menyalin system
operasi seperti file IO.SYS dan MSDOS.SYS dan
- Command.Com dari system
yang memiliki drive startup.
- /T:tracks :menentukan
jumlah tracks
- /N:sector :menentukan
jumlah sector per track operator /N digunakan bersama /T
- tetapi tidak dapat
digunakan bersam /F.
- /1 :memformat pada satu
sisi dari floppy disk.
- /4 :memformat disket 51/4
inch
- /8 :memformat disket 5 ¼
inch dengan 8sector per track.
5.SCANDISK
Bentuk
Umum:
SCANDISK[drive:][drive:][/all][checkonly|autofix[/nosave]|custom][/surface][/mono][/nosummary][/fragment][/undo]
Keterangan:
Drive
:berisi drive yang akan dicheck
- /AUTOFIX
:digunakan untuk mengecek dan memperbaiki jika ada kerusakan tanpa meminta
konfirmasi dari kita untuk memperbaiki atau tidak.
- /ALL
:digunakan untuk menecek dan memperbaiki semua local drive
- /CHECKONLY:digunakan
untuk mengecek drive tanpa perbaikan.
- /CUSTOM
:digunakan untuk menjalankan scandisk dengan menggunakan konfigurasi dari
file scandisk.ini
- /MONO
:digunakan jika kita menggunakan monitor monochrome.
- /NOSAVE
:digunakan untuk menghapus cluster yang rusak jika ditemukan tanpa merekam
data.
- /NOSUMARRY:digunakan
untuk tampilkan hasil output tanpa full screen untuk setiap kali
pengecekan.
- /SURFACE
:aotomatis cek permukaan disk sebelum mengecek lainnya.
- /UNDO
:untuk membatalkan proses scandisk.
- /FRAGMENT
:untuk mengecak file yang sudah didefragmentasi.
Contoh:
A:\>scandisk
c:
Artinya
mengecek drive c
C:\scandisk
/all
Artinya
mengecek semua drive yang ada.
6.XCOPY
Bentuk
Umum:
XCOPY
SUMBER [DESTINATION] [/Y|-Y] [/A|/M] [/D:DATE] [/P] [/S] [/E] [/V][/W]
Keterangan
:
DESTINATION
diisi dengan subdir letak file secara lengkap.
- /Y :Untuk tidak
menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
- /-Y :Untuk menampilkan
pesan jika terjadi penimpaan file.
- /A :Menyalin hanya pada
file yang berattribut archieve(arsip).
- /M :Menyalin file yang
telah diberi attribute archieve.Switch ini berbeda dengan /A karena Switch
/M merubah attribute file asal.
- /D :date menyalin hanya
file yang dimodivikasi pada tanggal yang telah dispesifikasikan.
- /P :digunakan agar MS-DOS
menanyakan terlebih dahulu setiap aktifitas XCOPY.
- /S :Menyalin suatu
diraktori berikut seluruh file dan subdirektori didalamnya. Kecuali
direktori kosong.
- /E
igunakan bersama
switch /S yang fungsinya untuk menyalin suatu direktori berikut sub-sub
directory didalamnya termasuk direktori yang kosong.
- /V :untuk memeriksa setiap
file yang disalinkan tersebut sama dengan file asal.
- /W : Digunakan agar MS-DOS
menampilkan pesan-pesan terlebih dahulu dan menanyakan tindakan
selanjutnya,sebelum xccopy menyalin file-file tersebut.
Contoh:
A:\>xcopy
a: c: /s/e
Untuk
menyalin file-file dari A: ke C: termasuk termasuk subdirektori kosong.
Proses
pengkopian sukses sebanyak 40 file yang di copy ke C:
7.COMP
Fungsi
: Membandingkan isi dua buah file atau lebih guna
8.Attrib
Adalah sebuah perintah yang digunakan untuk
mengubah attribut file misalkan dengan perintah attrib kita bisa menyembunyikan
file, membuat read only atau lainny atau mengembalikan ke bentuk attribut
semula. Sudah paham
1. Buka
Run > Ketik CMD 2. Muncul Tampilan layar Hitam (nah itu namanya Dos /
Command Prompt
3.
masuk Ke drive yang kita ubah semua file ke dalam attribut unhide misalkan d:\
Caranya ketil d: kemudian enter
4.
langkah selanjutnya ketik : attrib -h -s -r -a /s /d kemudian tekan enter
Keterangan
:
-
digunakan untuk menghapus attribut
+
digunakan Untuk membuat attribut
h (berguna
untuk merubah attribut Hidden atau sembunyi)
S
(berguna untuk merubah attribut System)
r
(berguna untuk merubah attribut Read Only)
a
(berguna untuk merubah attribut Archive)
/s
(digunakan untuk merubah file-file yang berada didalam seluruh folder
/d
(digunakan untuk merubah semua Folder)
9.netstat
Netstat
digunakan untuk mengetahui status jaringan (netstat singkatan dari network
status).
MS-Windows: Start - Program - MS-DOS Prompt
Ketik: netstat -rn
C:\WINDOWS>netstat -rn
Route Table
Active Routes:
Network
Address Netmask
Gateway Address Interface
Metric
127.0.0.0
255.0.0.0
127.0.0.1
127.0.0.1 1
255.255.255.255
255.255.255.255
255.255.255.255
0.0.0.0 1
Active Connections
Proto Local
Address Foreign
Address State
|
Apabila
sebuah host berada di jaringan yang lain dan tidak dapat dihubungi, kemungkinan
terjadi kesalahan dalam tabel routing atau ada hubungan yang terputus di suatu
tempat. Perlu dilakukan penelusuran di mana terjadi gangguan menggunakan
utilitas TRACEROUTE.
10.
tracert
MS-Windows: Start - Program - MS-DOS Prompt
Ketik: tracert <IP>
C:\WINDOWS>tracert 167.205.206.59
Tracing route to 167.205.206.59 over a maximum
of 30 hops
1 <10
ms 1 ms <10 ms 10.1.1.12
2 1
ms 2 ms 2
ms 10.210.1.1
3 2 ms
2 ms 2 ms 167.205.206.59
Trace complete.
|
- Bisa
jadi sebuah jaringan atau sebuah host (karena berbagai alasan) tidak boleh
dihubungi secara langsung. Atau bahkan tidak boleh diketahui keberadaannya
meskipun berfungsi sebagai router. Ini menyebabkan adanya bagian yang
putus (menghasilkan tanda ‘*’) dalam penelusuran.
- Telusuri
node-node yang dilalui untuk mencapai komputer di fakultas/unit anda.
Bandingkan dengan diagram jaringan universitas.
- Penelusuran
hendaknya dilakukan dua arah (dari kedua host yang berkomunikasi) sehingga
diketahui apakah jalur yang digunakan sama atau tidak.
Sumber : komputer123456.blogspot.co.id